Search
 
 

Display results as :
 


Rechercher Advanced Search

Miracle Multi Language
Latest topics
» Ketahui Cara Minum Kopi yang Benar
Wed Sep 23, 2015 3:46 pm by miracle

» Rollaas Macadamian Nuts
Tue Sep 15, 2015 4:09 pm by dstations

» Belanja di Mal Terbesar Manila
Sat Aug 29, 2015 6:56 pm by vertical

» Metro Resort Pratunam - Bangkok, Thailand
Mon Aug 17, 2015 10:10 pm by vertical

» 10 Wisata Gratis di Tokyo
Fri Jul 24, 2015 10:00 pm by vertical

» SIM CARD di Thailand
Fri Jul 17, 2015 9:38 pm by vertical

» Berkah Bilih Danau Singkarak
Mon Jun 15, 2015 9:01 pm by hestijunianatha

» 12 Tempat Wisata di Sekitar Jakarta
Mon Jun 15, 2015 8:56 pm by hestijunianatha

» Benteng Terluas di Dunia Ada di Buton
Mon Jun 15, 2015 8:52 pm by hestijunianatha

Miracle Mailing List

Enter your email address:

Toko Online
BEE LA VISTA TRAVEL

Budaya Adu Kuda Menentukan Harga Diri di Kabupaten Muna - Sulawesi Tenggara

View previous topic View next topic Go down

Budaya Adu Kuda Menentukan Harga Diri di Kabupaten Muna - Sulawesi Tenggara

Post  dstations on Thu Jul 04, 2013 11:14 pm


Melihat pacauan kuda mungkin sebagian orang sudah terbiasa. Tapi bagaimana dengan kegiatan adu kuda yang menjadi tradisi masyarakat Sulawesi tenggara?

Kegiatan ini sangat populer di daerah Kecamatan Lawa, Kabupaten Muna.

Atraksi adu kuda merupakan tontonan yang sangat menarik karena memiliki nilai filosofi yang berkaitan dengan keutamaan hak dan harga diri dalam melaksanakan tanggung jawab dikalangan suku Muna.

Mereka akan berupaya sekuat tenaga dalam menjaga hak dan harga dirinya, walaupun nyawa taruhannya.

Atraksi adu kuda ini merupakan warisan dari kerjaan Muna di era kejayaannya. Awalnya aduan kuda ditampilkan pada saat raja-raja di kerajaan Muna kedatangan tamu penting dari luar daerah, hingga saat ini kebiasaan tersebut jadi turun temurun.

Atraksi aduan kuda dipimpin oleh pawang dengan membacakan mantra untuk membangkitkan kemarahan dua kuda jantan yang dipertandingkan. Kemarahan kuda akan memnuncak dengan saling menendang, mengigit, dan menanduk.

Untuk mengantisipasi amukan kuda agar tidak menciderai para penonton, peran pawang kuda sangatlah penting. karena pawang juga bertugas mengendalikan amukan kuda agar tidak melampiaskannya kepada penonton.

sumber : Ghiboo

dstations

Jumlah posting : 188
Join date : 2010-10-18

http://d-stations.com

Back to top Go down

View previous topic View next topic Back to top


 
Permissions in this forum:
You cannot reply to topics in this forum