Search
 
 

Display results as :
 


Rechercher Advanced Search

Miracle Multi Language
Latest topics
» Ketahui Cara Minum Kopi yang Benar
Wed Sep 23, 2015 3:46 pm by miracle

» Rollaas Macadamian Nuts
Tue Sep 15, 2015 4:09 pm by dstations

» Belanja di Mal Terbesar Manila
Sat Aug 29, 2015 6:56 pm by vertical

» Metro Resort Pratunam - Bangkok, Thailand
Mon Aug 17, 2015 10:10 pm by vertical

» 10 Wisata Gratis di Tokyo
Fri Jul 24, 2015 10:00 pm by vertical

» SIM CARD di Thailand
Fri Jul 17, 2015 9:38 pm by vertical

» Berkah Bilih Danau Singkarak
Mon Jun 15, 2015 9:01 pm by hestijunianatha

» 12 Tempat Wisata di Sekitar Jakarta
Mon Jun 15, 2015 8:56 pm by hestijunianatha

» Benteng Terluas di Dunia Ada di Buton
Mon Jun 15, 2015 8:52 pm by hestijunianatha

Miracle Mailing List

Enter your email address:

Toko Online
BEE LA VISTA TRAVEL

Key To Longevity In The World's Oldest Population

View previous topic View next topic Go down

Key To Longevity In The World's Oldest Population

Post  miracle on Tue Mar 19, 2013 1:03 am


Apa yang sudah Anda lakukan untuk mendapatkan umur panjang? Menjaga pola makan, olahraga, menghindari stres, atau banyak tertawa. Berbagai cara ditempuh banyak orang untuk mendapatkan umur lebih panjang, tapi penduduk Okinawa memiliki cara sendiri.

Di salah satu kota di Jepang ini, rata-rata penduduknya mampu bertahan hingga lebih dari 100 tahun. Okinawa juga merupakan kota dengan penduduk yang memiliki hidup terpanjang di dunia. Berada di lepas pantai selatan Jepang, penduduk Okinawa hidup dengan jaringan sosial dan kehidupan bertetangga yang baik. Mereka saling memberi kontribusi satu sama lain untuk menjalin kebaikan. Dilansir Mirror, pendekatan seperti ini yang membuat mereka hidup lebih panjang.

Selain kehidupan sosial yang baik, umur panjang didapatkan mereka dari rasa optimis. Optimisme juga memberi ketahanan saat usia bertambah. Penduduk Okinawa percaya, optimisme juga obat yang baik untuk menyembuhkan berbagai penyakit.

Penelitian menunjukkan bahwa orang-orang yang bersikap optimis menderita penyakit lebih sedikit dan pulih lebih cepat. Mereka juga lebih bertanggung jawab terhadap kesehatan dan bebas dari depresi.

Penelitian dari Universitas Buffalodi Amerika juga menunjukkan bahwa isolasi sosial dan stres berdampak pada kesehatan secara signifikan. Mereka melakukan pengamatannya pada 850 orang yang dalam satu tahun.

Lima tahun kemudian, para ilmuwan menemukan bahwa ketika berhadapan dengan situasi yang menimbulkan stres, mereka yang sering membantu orang lain memiliki potensi lebih sedikit untuk meninggal, dibandingkan mereka yang tidak membantu.

vivanews.com

_________________
indah pada waktuNYa


miracle

Jumlah posting : 367
Join date : 2010-03-30

Back to top Go down

View previous topic View next topic Back to top


 
Permissions in this forum:
You cannot reply to topics in this forum