Search
 
 

Display results as :
 


Rechercher Advanced Search

Miracle Multi Language
Latest topics
» Ketahui Cara Minum Kopi yang Benar
Wed Sep 23, 2015 3:46 pm by miracle

» Rollaas Macadamian Nuts
Tue Sep 15, 2015 4:09 pm by dstations

» Belanja di Mal Terbesar Manila
Sat Aug 29, 2015 6:56 pm by vertical

» Metro Resort Pratunam - Bangkok, Thailand
Mon Aug 17, 2015 10:10 pm by vertical

» 10 Wisata Gratis di Tokyo
Fri Jul 24, 2015 10:00 pm by vertical

» SIM CARD di Thailand
Fri Jul 17, 2015 9:38 pm by vertical

» Berkah Bilih Danau Singkarak
Mon Jun 15, 2015 9:01 pm by hestijunianatha

» 12 Tempat Wisata di Sekitar Jakarta
Mon Jun 15, 2015 8:56 pm by hestijunianatha

» Benteng Terluas di Dunia Ada di Buton
Mon Jun 15, 2015 8:52 pm by hestijunianatha

Miracle Mailing List

Enter your email address:

Toko Online
BEE LA VISTA TRAVEL

Mata Air Awet Muda di Taman Narmada

View previous topic View next topic Go down

Mata Air Awet Muda di Taman Narmada

Post  velista on Thu Nov 29, 2012 9:12 pm

A.    Selayang Pandang


Satu lagi obyek wisata yang sangat eksotis tersaji di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat, yaitu Taman Narmada. Taman yang memiliki luas sekitar 2 hektar ini dibangun pada 1727 oleh Raja Mataram Lombok, Anak Agung Ngurah Karang Asem. Taman Narmada berfungsi sebagai tempat upacara Pakelem yang diselenggarakan setiap purnama kelima tahun Saka (Oktober-November) dan peristirahatan keluarga raja pada saat musim kemarau.


Nama Narmada diambil dari kata Narmadanadi, anak Sungai Gangga yang sangat suci di India. Pada zaman dulu, nama Narmada kemungkinan adalah sebutan untuk mata air yang membentuk beberapa kolam dan sebuah sungai di tempat tersebut. Lama-kelamaan digunakan untuk menyebut pura dan keseluruhan kompleks Taman Narmada.


Kompleks Taman Narmada terbagi menjadi beberapa bagian, yaitu Gerbang Utama, Jabalkap, Telaga Kembar, Gapura Gelang/Paduraksa, Mukedes, Telaga Padmawangi, Balai Loji, Balai Terang, Patandaan, Sakapat, Balai Bancingah, Pura Kelasa, dan Pura Lingsar. Gerbang Utama berbentuk gapura dan terletak di bagian paling utara. Setelah Gerbang Utama terdapat halaman yang disebut Jabalkap, yang di dalamnya terdapat Telaga Kembar. Di bagian selatan Jabalkap terdapat Gapura Gelang atau Paduraksa yang menghubungkan antara halaman Jabalkap dengan halaman Mukedes.


Pada halaman Mukedes terdapat beberapa bangunan, antara lain Sanggah Pura, Balai Pamerajan, dan Balai Loji. Di sebelah tenggara halaman Mukedes terdapat gapura menuju ke halaman Pasarean. Di halaman Pasarean ini, terdapat juga Balai Loji, Telaga Padmawangi, Pawedayan, Pawargan, Balai Terang, dan sebuah bangunan baru.


Balai Terang adalah bangunan yang berfungsi sebagai tempat istirahat/tidur raja yang berbentuk panggung dan terbuat dari kayu. Bagian atas bangunan yang terbuka dipergunakan untuk menikmati pemandangan ke arah Merupura yang berada di sebelah timur. Pintu dan jendela Balai Terang ini bermotif bulan tunggal dan tumbuh-tumbuhan.


Di sebelah timur halaman Pasarean terdapat Pura Kelasa atau Pura Narmada berarsitektur menyerupai punden berundak. Bagian yang paling suci terdapat di halaman tengah pada undak yang paling atas (bagian paling suci pura di Bali umumnya berada pada halaman paling belakang). Pura ini tergolong pura jagat atau pura umum bagi semua penganut Hindu Dharma dan merupakan salah satu di antara delapan pura tua di Pulau Lombok. Pura Narmada terletak di atas tebing berundak-undak, sedang di bawah lembah tebing terdapat Kolam Duyung dan Telaga Segara Anak.


Di sebelah selatan halaman Pasarean terdapat halaman Patandaan yang memiliki dua bangunan Sakapat, yaitu sejenis wantilan atau panggung terbuka yang memiliki empat tiang dan digunakan untuk menggelar pertunjukan. Di sebelah selatan Patandaan terdapat halaman Bancingah.


Selain itu, ada pula Balai Petirtaan yang bersumber pada mata air dari Gunung Rinjani. Balai Petirtaan juga merupakan tempat pertemuan tiga sumber air, yakni Suranadi, Lingsar, dan Narmada. Air yang terdapat di Balai Petirtaan dipercaya dapat menjadi obat awet muda.


Menurut peta tahun 1899, taman yang terdapat di kompleks Taman Narmada di antaranya adalah Taman Bidadari, Taman Anyar, Taman Paresak, dan Taman Kelasa. Taman Anyar dan Taman Kelasa saat ini telah menjadi perkampungan penduduk. Sedangkan Taman Paresak telah menjadi kebun buah-buahan dengan tanaman utama buah manggis.


Taman Narmada yang bisa disaksikan kini merupakan bangunan yang telah dipugar setelah pertama kali ditemukan pada pertengahan 1970-an. Pemugaran dilakukan antara tahun 1980 – 1988 dengan tidak mengubah bentuk aslinya. Setelah direkonstruksi oleh pemerintah melalui Ditjen Kebudayaan, Direktorat Perlindungan dan Pembinaan Peninggalan Sejarah dan Purbakala, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Taman Narmada dijadikan sebagai kompleks bangunan cagar budaya dengan kategori peninggalan sejarah dan purbakala.


B.    Keistimewaan


Taman Narmada memiliki keistimewaan pada segi panorama alam dan arsitekturnya. Setiap bagian bangunan dari kompleks taman tersebut menyajikan cerita tersendiri bagi para wisatawan, khusunya tentang kekuasaan Kerajaan Mataram Lombok kala itu. Selain arsitektur, kita juga dapat menikmati panorama Gunung Rinjani yang berdiri tegak di bagian barat taman. Selain keistimewaan bangunan, keberadaan Taman Narmada juga tidak lepas dari mitos dari mata air di dalam kompleks sebagai obat awet muda.


Taman Narmada memang dipenuhi dengan kolam, parit, dan pancuran. Air ini mengalir sepanjang hari tanpa kenal henti. Di beberapa lokasi, air dijatuhkan menjadi pancuran. Pancuran itu sering dimanfaatkan pengunjung untuk membasuh muka dan cuci tangan. Dari sinilah muncul mitos yang menyebutkan bahwa mandi atau sekadar membasuh muka dengan air dari taman ini dipercaya akan awet muda.


Mitos tersebut sebenarnya tidak sepenuhnya keliru, pasalnya, air Taman Narmada masih alami karena berasal dari Gunung Rinjani yang memiliki banyak kandungan mineral yang bermanfaat bagi kesehatan kulit. Mineral-mineral ini akan membantu menunda penuaan dini dengan memberikan efek pelembaban. Selain itu dengan meminum air yang kaya mineral juga berkhasiat menjaga kesehatan.


C.    Lokasi


Taman Narmada terletak di Desa Lembuah, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat, sekitar 10 kilometer sebelah timur Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat.


D.    Akses


Lokasi Taman Narmada bisa diakses dengan mengendarai kendaraan pribadi sekitar 20 menit dari pusat kota Mataram. Bila menggunakan kendaraan umum, dari kota Mataram para wisatawan naik bemo kuning yang menuju Terminal Mandalika. Dari terminal inilah banyak angkutan pedesaan yang menuju Narmada dan sekitarnya.


E.    Harga Tiket


Pengunjung yang akan masuk ke Kompleks Taman Narmada membayar Rp 4.000,- (data tahun 2010). Sedangkan untuk masuk ke bagian Balai Petirtaan yang berisi kolam dan pancuran yang dipercaya memiliki khasiat air awet muda, para wisatawan akan dikenakan biaya tambahan sebesar Rp 4.000,-.


F.    Akomodasi dan Fasilitas lainnya


Fasilitas yang tersedia di tempat ini antara lain tempat parkir dan beberapa warung makan. (Indra Jati Prasetiyo/iw/08/01-2012)


 


Dari berbagai sumber

Foto - Foto lain Mata Air Awet Muda Di Taman Narmada:









sumber foto: 2.bp, yuriyuga, panoramio, dan ucianagede

velista

Jumlah posting : 52
Join date : 2012-09-24

Back to top Go down

View previous topic View next topic Back to top


 
Permissions in this forum:
You cannot reply to topics in this forum