Search
 
 

Display results as :
 


Rechercher Advanced Search

Miracle Multi Language
Latest topics
» Ketahui Cara Minum Kopi yang Benar
Wed Sep 23, 2015 3:46 pm by miracle

» Rollaas Macadamian Nuts
Tue Sep 15, 2015 4:09 pm by dstations

» Belanja di Mal Terbesar Manila
Sat Aug 29, 2015 6:56 pm by vertical

» Metro Resort Pratunam - Bangkok, Thailand
Mon Aug 17, 2015 10:10 pm by vertical

» 10 Wisata Gratis di Tokyo
Fri Jul 24, 2015 10:00 pm by vertical

» SIM CARD di Thailand
Fri Jul 17, 2015 9:38 pm by vertical

» Berkah Bilih Danau Singkarak
Mon Jun 15, 2015 9:01 pm by hestijunianatha

» 12 Tempat Wisata di Sekitar Jakarta
Mon Jun 15, 2015 8:56 pm by hestijunianatha

» Benteng Terluas di Dunia Ada di Buton
Mon Jun 15, 2015 8:52 pm by hestijunianatha

Miracle Mailing List

Enter your email address:

Toko Online
BEE LA VISTA TRAVEL

Style International, Kain Tradisional

View previous topic View next topic Go down

Style International, Kain Tradisional

Post  miracle on Wed Aug 24, 2011 10:27 am


Keindahan kain Nusantara terus diupayakan untuk bisa populer di panggung internasional. Beragam cara dilakukan perancang busana Tanah Air agar warisan budaya bangsa Indonesia bisa mendunia.

Bayangkan sari yang merupakan busana khas India, cheongsam China, kimono Jepang, serta hanbok asal Korea berbahankan batik. Ternyata, busana khas masing-masing negara tersebut terlihat anggun dalam keindahan batik asal Indonesia.

Perancang busana Priyo Oktaviano memperlihatkan keindahan batik berbahan sutera dalam busana internasional pada peragaan busana Batik Keris di Mal Pondok Indah, Jakarta, Sabtu (6/8/2011).

Untuk sari, misalnya, Priyo memilih motif paisley, yaitu motif tumbuhan yang merupakan ciri khas kain India dan Pakistan. Untuk kimono, motif yang dipakai adalah sakura, sementara motif bunga-bunga kecil dipilih untuk mendesain cheongsam.

”Motif bunganya tidak saya pesan secara khusus. Saya memilih kain yang sudah ada, setelah terlebih dulu disesuaikan dengan karakter masing-masing busana,” kata Priyo yang merancang desain eksklusif untuk Batik Keris. Busana-busana tersebut didesain Priyo tanpa proses pengguntingan agar tidak merusak kain.

Komisaris Utama Batik Keris Lina Kusyanto menuturkan, tujuan menjadikan batik sebagai bahan dasar sari, cheongsam, kimono, dan hanbok adalah untuk menginternasionalkan batik. ”Saya ingin memperlihatkan bahwa batik cocok dipakai untuk busana internasional. Siapa tahu orang India atau Korea yang tinggal di Indonesia mulai berpikir untuk membuat pakaian mereka dari batik,” tutur Lina.

Menginternasionalkan batik baru-baru ini juga dilakukan perancang Edward ”Edo” Hutabarat dengan cara yang berbeda. Edo mendesain busana dalam nuansa liburan musim panas sambil membayangkan batik-batik dari berbagai daerah dipakai selebriti Hollywood saat mereka berlibur di pantai.

Pada acara lain, yaitu malam amal untuk pendidikan anak Nusa Tenggara Timur yang digelar Keluarga Besar Alumni FKIP Universitas Airlangga-IKIP Malang di Hotel Mulia, Jakarta, Sabtu (13/8/2011), perancang senior Agnes Budhisurya mencoba memopulerkan tenun. Tenun dikombinasi dengan lukisan tangan pada jenis kain lain yang bersifat lebih ringan. Maka, jadilah pada salah satu desain gaun, Agnes menggunakan sehelai tenun pada bagian atas yang berbentuk kemben, serta kain bermotif tenun lukisan tangan pada bagian rok yang panjangnya menyapu lantai. Nuansa hijau pada gaya ini dilengkapi dengan aksesori rambut yang juga terbuat dari tenun.

”Dengan cara tersebut, saya ingin membuka pasar yang baru untuk tenun. Saya ingin menunjukkan bahwa tenun bisa diolah menjadi apa pun, baik yang bergaya formal, informal, hingga yang bergaya mewah,” kata Agnes, yang beberapa desain gaunnya dikombinasikan dengan busana pria karya Taruna Kusmayadi.

Koleksi Lebaran
Selain mengenalkan batik melalui gaya internasional, momen Lebaran dimanfaatkan perancang dan pengusaha ritel untuk mengeluarkan koleksi baru. Beberapa model rancangan Agnes, terutama yang bermaterikan kain tenun lukis, dibuat bernuansa Islami berupa kaftan lengkap dengan kerudung. Warna kuning emas dan coklat dengan nuansa hitam pada motifnya menjadi pilihan yang ditampilkan perancang asal Jember ini untuk Lebaran nanti.

Pilihan berbeda datang dari dua peritel batik, yaitu Batik Keris dan Alleira. Batik Keris memperlihatkan perpaduan kain batik dalam berbagai motif dengan kebaya untuk perempuan, sedangkan untuk pria disediakan model baju koko.

Secara umum, untuk tahun ini Batik Keris memberi pilihan warna cerah, oranye, merah, merah muda keunguan, dan toska, sesuai tren warna di panggung mode internasional. Tak hanya untuk perempuan, warna-warna tersebut, bahkan warna merah muda, menjadi pilihan untuk busana pria.

Label dari peritel lainnya, Alleira, tampil dengan ciri khasnya berupa gradasi warna. Dengan tema ”Light of Ramadan”, Alleira banyak menampilkan busana berpotongan kaftan dan blus-blus longgar berlengan lebar dari bahan ringan, seperti berbagai jenis sutra. Potongan-potongan yang sederhana dari koleksi kali ini banyak dikombinasikan dengan celana panjang, baik yang berpotongan lebar maupun yang bermodel legging.

Warna hijau yang bergradasi dengan biru, oranye, coklat, serta merah muda keunguan terinspirasi dari warna-warna alam, seperti air dan tumbuh-tumbuhan. Warna serupa, tetapi dengan nuansa yang lebih cerah menjadi pilihan untuk koleksi anak-anak. Rok terusan pendek yang beberapa di antaranya dipadu dengan legging membuat anak-anak tak kalah modis dengan orang dewasa.

_________________
indah pada waktuNYa


miracle

Jumlah posting : 367
Join date : 2010-03-30

Back to top Go down

View previous topic View next topic Back to top


 
Permissions in this forum:
You cannot reply to topics in this forum