Search
 
 

Display results as :
 


Rechercher Advanced Search

Miracle Multi Language
Latest topics
» Ketahui Cara Minum Kopi yang Benar
Wed Sep 23, 2015 3:46 pm by miracle

» Rollaas Macadamian Nuts
Tue Sep 15, 2015 4:09 pm by dstations

» Belanja di Mal Terbesar Manila
Sat Aug 29, 2015 6:56 pm by vertical

» Metro Resort Pratunam - Bangkok, Thailand
Mon Aug 17, 2015 10:10 pm by vertical

» 10 Wisata Gratis di Tokyo
Fri Jul 24, 2015 10:00 pm by vertical

» SIM CARD di Thailand
Fri Jul 17, 2015 9:38 pm by vertical

» Berkah Bilih Danau Singkarak
Mon Jun 15, 2015 9:01 pm by hestijunianatha

» 12 Tempat Wisata di Sekitar Jakarta
Mon Jun 15, 2015 8:56 pm by hestijunianatha

» Benteng Terluas di Dunia Ada di Buton
Mon Jun 15, 2015 8:52 pm by hestijunianatha

Miracle Mailing List

Enter your email address:

Toko Online
BEE LA VISTA TRAVEL

"Ready To Wear" 10 Desainer IPMI Unjuk Koleksi

View previous topic View next topic Go down

"Ready To Wear" 10 Desainer IPMI Unjuk Koleksi

Post  miracle on Sun May 08, 2011 11:33 pm


SEBAGAI salah satu departement store bergengsi, Metro, telah bergandengan tangan dengan 10 desainer muda Ikatan Perancang Mode Indonesia (IPMI). Ke-10 desainer unjuk kebolehan dalam mengolah koleksi ready to wear yang akan dipamerkan pada awal Juni hingga 3 Juli mendatang.

Gairah bisnis fesyen memang sedang renyah. Meski resesi dunia sempat membelit, namun sifat konsumtif masyarakat tetap tak terpengaruh. Busana-busana high end hingga ready to wear yang menawarkan harga terjangkau pun tetap laku di pasaran.

Ya, saat ini masyarakat memang lebih sadar dengan penampilannya. Bahkan, citarasa fesyen pun mulai kental diterjemahkan para kaum urban tersebut dalam keseharian. Tak ubahnya kebutuhan makan yang menjadi agenda pokok, berbelanja busana yang menunjang penampilan pun masuk dalam skala prioritas.

Sayangnya, gairah tersebut lebih dijejali dengan brand luar yang banyak menyesaki industri mode Tanah Air. Agar dapat bertahan dalam kompetisi bisnis fesyen, Metro memberikan kesempatan bagi 10 desainer generasi muda IPMI untuk menerjemahkan koleksi high end mereka ke dalam lini busana seri sekunder yang bersifat siap pakai (ready to wear), dan fleksibel untuk dikenakan sehari-hari.

Adapun ke-10 desainer tersebut di antaranya Adesagi Kieranna, Ari Seputra, Barli Asmara, Denny Wirawan, Era Soekamto, Hutama Adhi, Liliana Lim, Syahreza Muslim, Tri Handoko, dan Yongki Budisutisna.

Dalam ajang "Walk In Fashion: Exclusive Ready-to-Wear Collection by IPMI for Metro" yang mengusung Fashion Movement, terdapat empat sub tema yang berusaha diterjemahkan para desainer. Yakni The Block Colour, Vintage Rebellion, Disco Glam, dan White Transition.

Adesagi Kierana, misalnya. Dalam kesempatan tersebut, lulusan Bunka School of Fashion tahun 2002 ini mengetengahkan tema "Despololita". Di sini, Adesagi menggambarkan sosok wanita yang berani dan ingin menjadi pusat perhatian. Busana yang ditampailkannya bernuansa segar, chic, kuat, dan berani tampil beda.

Hal tersebut terlihat dari pemilihan warna-warna neon yang menjadi benang merah koleksi dengan gaya girly. Uniknya, Adesagi memunculkan motif bunga lewat bordiran yang memenuhi seluruh bagian busana dengan warna-warna terang.

Unsur modern dan segar pun dipersembahkan Barli Asmara yang mengetengahkan tema "Metamorfosis". Barli menyadari kebutuhan wanita yang selalu ingin tampil cantik. Karenanya, dia pun menyuguhkan busana dengan tampilan sederhana, yakni terusan dengan bagian atas kaus dan bagian bawah rok tenun Makasar bermodel gelembung dengan sentuhan payet di pundak dan lipit di bagian pinggang. Koleksi ini cocok untuk wanita modern, anggun, dan ingin tetap gaya.

Untuk aksen yang sedikit etnik, Ari Seputra dan Era Soekamto berhasil menyuguhkannya. Ari dalam momen ini mengangkat tema "Trilogia" yang merupakan tiga drama historical dari budaya Indonesia seperti Candi Borobudur, Wayang, dan Keraton.

Ari mewujudkan perkawinan budaya Jawa ke dalam unsur busana cocktail dalam bentuk busana celana panjang, rok sarung, dan gaun lainnya. Menggunakan bahan taffeta, chiffon, satin dan lainnya dengan teknik origami, Ari bermain dengan warna-warna tanah, perak, hitam, dan emas.

Sementara itu, Era Soekamto dengan tema "Royal Drama" menyuguhkan koleksi yang terinspirasi dari sejarah kerajaan Majapahit. Gaya yang ditampilkan Era dalam busananya bersifat edgy, dengan menggunakan material batik tulis, batik hokokai (batik dari Jepang tapi sudah diasimilasi tekniknya), silk, dan cotton.

Busana yang ditampilkan Era bersifat Victorian dan tertuang dalam potongan busana jacket top yang dipadankan dengan dress selutut.

Jika ingin bergaya sedikit oldies, Denny Wirawan menawarkan busana bertema "50's Retro Style". Dalam koleksinya, Denny menggunakan desain tradisional Batik Pekalongan dan Jogya dengan mengawinkan gaya klasik yang ringkas untuk gaya kasual, hingga gaya elegan untuk cocktail dalam gaya 1950-an.

Adapun lima desainer lain, diantaranya Hutama Adhi mengambil tema "Light In The City" yang menyuguhkan konsep modern minimalis dengan potongan busana berwarna bersih. Sentuhan karyanya semakin dipercantik dengan ornamen payet, batu-batuan, dan kesan unfinished yang sangat sesuai untuk wanita modern.

Adapula Liliana Lim, dengan tema "Elegan dan Feminin", Syahreza Muslim dengan tema "Burst of Colors", Tri Handoko dengan tema "Tri Handoko Resort 2011", serta Yongki Budisutisna yang mengetengahkan tema "RTW Yongki Budisutisna 2011".

Tertarik ? Temukan koleksi eksklusifnya di Metro Senayan, area Ladies lantai 2 mulai periode 1 Juni hingga 3 Juli 2011.

_________________
indah pada waktuNYa


miracle

Jumlah posting : 367
Join date : 2010-03-30

Back to top Go down

View previous topic View next topic Back to top


 
Permissions in this forum:
You cannot reply to topics in this forum