Search
 
 

Display results as :
 


Rechercher Advanced Search

Miracle Multi Language
Latest topics
» Ketahui Cara Minum Kopi yang Benar
Wed Sep 23, 2015 3:46 pm by miracle

» Rollaas Macadamian Nuts
Tue Sep 15, 2015 4:09 pm by dstations

» Belanja di Mal Terbesar Manila
Sat Aug 29, 2015 6:56 pm by vertical

» Metro Resort Pratunam - Bangkok, Thailand
Mon Aug 17, 2015 10:10 pm by vertical

» 10 Wisata Gratis di Tokyo
Fri Jul 24, 2015 10:00 pm by vertical

» SIM CARD di Thailand
Fri Jul 17, 2015 9:38 pm by vertical

» Berkah Bilih Danau Singkarak
Mon Jun 15, 2015 9:01 pm by hestijunianatha

» 12 Tempat Wisata di Sekitar Jakarta
Mon Jun 15, 2015 8:56 pm by hestijunianatha

» Benteng Terluas di Dunia Ada di Buton
Mon Jun 15, 2015 8:52 pm by hestijunianatha

Miracle Mailing List

Enter your email address:

Toko Online
BEE LA VISTA TRAVEL

Bambu si pemberi kesan Alami

View previous topic View next topic Go down

Bambu si pemberi kesan Alami

Post  dstations on Wed Feb 09, 2011 12:24 pm


TATA interior rumah tradisional hendaknya memiliki benang merah dengan konsep besarnya, yakni punya perabotan berbahan natural atau paling tidak menggunakan material alami. Salah satu material yang bisa Anda gunakan adalah bambu.

Bambu berasal dari pohon bambu. Lazimnya kita dapat menemukan pohon tersebut di area pinggir sungai. Pertama kali yang terbayang soal bambu biasanya adalah berumpun, batangnya panjang, atau daunnya yang seperti rumput.

Apalagi pada saat angin datang, suara dari gesekan daun bambu memancarkan ciri khas tersendiri. Maka itu, tidak jarang orang mencari pohon ini sebagai pelengkap taman rumah mereka.

Kendati demikian, bukan hanya pohonnya yang berguna sebagai elemen pemercantik hunian. Batang bambunya sendiri saat ini juga banyak diaplikasikan sebagai elemen yang tidak hanya cantik secara visual, namun juga fungsional.

Misalnya, ada yang digunakan sebagai pagar, partisi, bahkan pengganti dinding beton yang masif. Menariknya lagi, tren aplikasi bambu baik sebagai elemen pelengkap interior maupun eksterior di rumah sebenarnya sudah ada sejak lama,bahkan bisa dikatakan tidak lekang oleh zaman.

Hal ini dibenarkan oleh arsitek Briyan Talaosa. Menurut dia, bila membahas tren, rasanya penggunaan bambu tidak pernah surut atau mungkin bahasa lainnya bambu adalah tren yang tidak pernah tergerus zaman. Terbukti, pada tiap aspek pembangunan, bambu acap kali ditemukan, mulai dari penggunaan bambu sebagai cerucuk atau penguat struktur tanah sampai pada konstruksi bangunan sederhana. Selain tentu saja digunakan sebagai alat bantu pekerjaan struktur bangunan.

Untuk merencanakan pemanfaatan bambu ini, sebaiknya lebih dulu Anda merinci bagian yang akan didesain dengan menggunakan material tersebut. Guna mempermudah pekerjaan Anda, sebaiknya aplikasinya dibagi menjadi dua bagian, yaitu bagian interior dan eksterior. Adapun bagian-bagian interior yang mungkin bisa Anda buat dengan material ini, yakni dinding atau partisi.

”Untuk pemanfaatan bambu sebagai dinding, biasanya kita susun bambu utuh secara vertikal hingga membentuk barisan dan menjadi dinding dalam karakter yang unik atau diolah hingga jadi lembaran yang lazim kita sebut bilik,” kata Briyan.

Contoh lain, sebut Briyan, bambu yang diolah dalam bentuk partisi, baik partisi yang tidak bergerak maupun yang moveable.Yang jelas, kepekaan si empunya rumah atau penggunanya dalam melihat karakter bambu yang kuat sangat bisa diterapkan sebagai unsur penarik perhatian pada sebuah desain interior.

Sementara bambu pada bagian eksterior, biasanya yang paling sering dijumpai adalah digunakan sebagai pagar lingkungan area rumah atau sebagai secondary skin pada fasad bangunan rumah. Setelah selesai menentukan area yang ingin dipasangi bambu, hal lain yang harus Anda perhatikan adalah karakter bambu itu sendiri.

Briyan mengungkapkan, yang perlu Anda ketahui yaitu bambu yang Anda gunakan pada hunian adalah bambu yang jika terurai merupakan sebuah benda yang tajam dan sangat mudah melukai orang yang berada di sekitarnya. Maka itu, penting untuk Anda mengetahui cara pengolahan dan coating finishing-nya.

”Sementara aspek yang lain hampir sama dengan material lain,” imbuh Briyan.

Mengenai padu-padan dengan material lain, bambu merupakan material yang fleksibel, dalam arti tidak pernah ada batasan dalam berkreasi.

”Yang jelas,bambu bisa menjadi satu kesatuan komposisi dengan material lain dalam mengisi sebuah desain. Bambu bisa kita kombinasikan dengan kayu atau besi, atau apa pun selama kita dapat menguasai karakter bambu dan material lain yang bekerja sama dengan bambu tersebut,” ungkap Briyan.

Begitu pun soal warna. Menurut arsitek yang bekerja di Studio 3+ itu, jika karakter material yang digunakan cukup kuat seperti bambu, akan lebih baik bila warnanya dibiarkan natural seperti warna aslinya.

Dengan catatan, tetap harus melalui proses finishing. Sementara soal komposisi warna pada material lain,tidak ada patokan khusus warna apa yang harus digunakan. Namun, akan lebih bijaksana bila memilih warna yang lembut supaya kesan naturalnya semakin keluar.

Guna membuat tampilan bambu tampak lebih menarik, Briyan menyarankan,Anda bisa bermain dengan ekspos detail sambungan. Pada penerapannya, jangan diberi warna yang terlalu ekstrem seperti pada tembok. Sebaiknya gunakan finishing melamik atau pelitur yang tidak menghilangkan karakter bahan bambu.

dstations

Jumlah posting : 188
Join date : 2010-10-18

http://d-stations.com

Back to top Go down

View previous topic View next topic Back to top


 
Permissions in this forum:
You cannot reply to topics in this forum