Search
 
 

Display results as :
 


Rechercher Advanced Search

Miracle Multi Language
Latest topics
» Ketahui Cara Minum Kopi yang Benar
Wed Sep 23, 2015 3:46 pm by miracle

» Rollaas Macadamian Nuts
Tue Sep 15, 2015 4:09 pm by dstations

» Belanja di Mal Terbesar Manila
Sat Aug 29, 2015 6:56 pm by vertical

» Metro Resort Pratunam - Bangkok, Thailand
Mon Aug 17, 2015 10:10 pm by vertical

» 10 Wisata Gratis di Tokyo
Fri Jul 24, 2015 10:00 pm by vertical

» SIM CARD di Thailand
Fri Jul 17, 2015 9:38 pm by vertical

» Berkah Bilih Danau Singkarak
Mon Jun 15, 2015 9:01 pm by hestijunianatha

» 12 Tempat Wisata di Sekitar Jakarta
Mon Jun 15, 2015 8:56 pm by hestijunianatha

» Benteng Terluas di Dunia Ada di Buton
Mon Jun 15, 2015 8:52 pm by hestijunianatha

Miracle Mailing List

Enter your email address:

Toko Online
BEE LA VISTA TRAVEL

100 Desainer Terbaik ala WWD

View previous topic View next topic Go down

100 Desainer Terbaik ala WWD

Post  marina on Wed Dec 15, 2010 2:07 pm


MERAYAKAN hari jadinya yang ke-100, situs mode Women’s Wear Daily (WWD) merilis buku bertajuk “WWD: 100 Years, 100 Designers” yang mencantumkan 100 desainer terbaik dunia, mulai Oleg Cassini hingga Jason Wu.

Women’s Wear Daily pada awalnya berupa buletin di industri garmen yang kemudian berkembang menjadi surat kabar mode. Sebelumnya, merayakan usianya yang mencapai satu abad, WWD telah merilis majalah spesial yang di dalamnya berisi evolusi mode dari masa ke masa. Adapun untuk sampulnya, para editor WWD menempatkan kolase wajah tokoh dan pesohor di bidang mode yang mengilustrasikan dunia mode selama 100 tahun, yang kemudian disusun layaknya mereka tengah menonton sebuah fashion show. Yves Saint Laurent, Coco Chanel, Karl Lagerfeld, Ralph Lauren, dan Jackie Kennedy terlihat di “barisan depan”. Sementara Andy Warhol, Claude Montana, dan Cindy Crawford ada di barisan belakang.

Tidak berapa lama setelah meluncurkan edisi spesial tersebut, WWD kembali menghadirkan kitab mode yang memuat kisah-kisah para desainer terbaik dunia selama 100 tahun yang terangkum dalam buku “WWD: 100 Years, 100 Designers”. Buku yang dijual seharga USD55 tersebut juga tidak hanya berisi cerita, publikasi, artikel, dan hasil wawancara, melainkan juga foto-foto “legendaris” yang menjadi bagian dari sejarah mode dunia.

Bridget Foley, Executive Editor WWD, menyebutkan, dalam buku istimewa setebal 300 halaman tersebut terdapat lebih dari 500 ilustrasi, fotografi mode, juga sketsa-sketsa desain para desainer yang terdapat dalam arsip WWD. Tidak hanya itu, “WWD: 100 Years, 100 Designers” juga menuturkan tentang bagaimana wajah mode berubah dari dekade ke dekade dengan menyuguhkan perubahan tren dan gaya berbusana para wanita.

Selanjutnya, juga mengulas daftar 100 desainer terpilih yang dianggap WWDsebagai ujung tombak perubahan mode. “Kami juga menghadirkan fitur spesial berupa hasil wawancara dengan para pelaku mode dari tahun 1927 hingga 2010,” papar Foley. Karenanya, tidak heran bila “WWD: 100 Years, 100 Designers” menyebutkan banyak nama, mulai Cassini hingga Cavalli, Galliano ke Gaultier, Hallston sampai Hilfiger, juga McQueen dan Mizrahi, serta sederetan nama yang dianggap mewakili banyak wajah mode.

Beberapa nama “legendaris” yang termasuk dalam daftar 100 desainer terbaik WWD adalah Paul Poiret, Claire McCardell, Christian Dior,juga Gabrielle “Coco”Chanel. Lainnya, WWD juga memasukkan para desainer “pesohor” seperti Giorgio Armani, Karl Lagerfeld,Cristobal Balenciaga, Andre Courreges, Francisco Costa, Calvin Klein, Charles James, Norma Kamali, Donna Karan, Madeline Vionnet, Gianni, dan Donatella Versace. Selanjutnya, ditampilkan pula the next generation, termasuk di antaranya Jason Wu dan duo desainer Laura and Kate Mulleavy dari Rodarte.

“Mereka merevolusi dunia mode secara literal,” sebut Foley. “Bahkan, Coco Chanel bisa dibilang menciptakan budaya baru di sekeliling label modenya,” sambungnya. Foley mengacu pada sebuah artikel WWDpada 1965 yang menulis bahwa Chanel sebagai brand, lebih dari sekedar penampilan, melainkan sebuah institusi, gaya hidup yang terangkum dalam sebuah label mode.

“Coco Chanel menyadari bahwa di balik setiap fashionista yang rela berdiet mati-matian adalah wanita yang ingin terlihat cantik dalam busana yang mereka kenakan,” imbuh Foley.

Adapun Foley mengatakan, dari 100 desainer yang terpilih, terdapat satu benang merah yang menghubungkan beragam siluet, gaya, dan garis rancangan mereka. “Selama 100 tahun, WWD telah mewawancarai banyak desainer dan saat ditanya mengenai karya mereka, para desainer tersebut juga membicarakan para wanita, konsumen utama mereka,” papar Foley.

Sementara, dari segi cutting, Foley mengatakan, WWD menangkap bahwa mode berulang. “Tren dan sesuatu yang kini, sebenarnya merupakan bentuk ulangan siluet, cutting, juga embellishment masa lalu yang dimodifikasi,” katanya, sembari mencontohkan little black dress, yang kendati tetap “kini”, modern, dan sangat urban, sebenarnya telah ada sejak 1920-an.

Namun, Foley juga mengatakan, buku tersebut kendati “merangkum” dunia mode selama satu abad, bukanlah buku mengenai sejarah mode.

“Buku ini bukanlah buku sejarah, kami hanya ingin berbagi mengenai isu-isu kunci, juga motif-motif dalam industri mode selama 100 tahun yang kami rasa penting untuk dibagikan,” ujarnya dalam wawancara bersama New York Times.

Foley juga mengatakan bahwa perubahan WWD dari surat kabar menjadi situs mode merupakan cara pemberitaan mode berevolusi. “Sejak dulu, WWD selalu berusaha memberikan informasi lebih cepat kepada pembaca,” sebutnya.

marina

Jumlah posting : 224
Join date : 2010-03-31

Back to top Go down

View previous topic View next topic Back to top


 
Permissions in this forum:
You cannot reply to topics in this forum