Search
 
 

Display results as :
 


Rechercher Advanced Search

Miracle Multi Language
Latest topics
» Ketahui Cara Minum Kopi yang Benar
Wed Sep 23, 2015 3:46 pm by miracle

» Rollaas Macadamian Nuts
Tue Sep 15, 2015 4:09 pm by dstations

» Belanja di Mal Terbesar Manila
Sat Aug 29, 2015 6:56 pm by vertical

» Metro Resort Pratunam - Bangkok, Thailand
Mon Aug 17, 2015 10:10 pm by vertical

» 10 Wisata Gratis di Tokyo
Fri Jul 24, 2015 10:00 pm by vertical

» SIM CARD di Thailand
Fri Jul 17, 2015 9:38 pm by vertical

» Berkah Bilih Danau Singkarak
Mon Jun 15, 2015 9:01 pm by hestijunianatha

» 12 Tempat Wisata di Sekitar Jakarta
Mon Jun 15, 2015 8:56 pm by hestijunianatha

» Benteng Terluas di Dunia Ada di Buton
Mon Jun 15, 2015 8:52 pm by hestijunianatha

Miracle Mailing List

Enter your email address:

Toko Online
BEE LA VISTA TRAVEL

"Aku bisa mendengar dan melihat, tapi aku tak bisa bergerak."

View previous topic View next topic Go down

"Aku bisa mendengar dan melihat, tapi aku tak bisa bergerak."

Post  marina on Mon Dec 06, 2010 12:51 pm

Setiap kali Kay Underwood tertawa, otot-otot tubuhnya lumpuh seketika. Dalam kondisi itu, wanita 22 tahun ini akan sulit menggerakkan tubuhnya, meski matanya bisa melihat dan telinganya mendengar.

Seperti dikutip dari laman Guardian, pada akhir 2008, mahasiswi arsitektur ini didiagnosis menderita cataplexy. "Aku bisa terjatuh lemas 40 kali dalam sehari gara-gara tertawa," ujar Kay. Kelumpuhan baru hilang ketika emosinya kembali stabil.

Kay pertama kali mendapat serangan lumpuh mendadak ini saat kuliah semester awal. "Saat itu aku sedang di dapur bersama seorang teman. Saat sedang tertawa lepas, aku tiba-tiba terjatuh ke lantai. Aku bisa mendengar dan melihat, tapi aku tak bisa bergerak," ujarnya.

Tak hanya saat tertawa, Kay juga bisa lumpuh sesaat ketika merasakan emosi berlebih seperti menangis, terlalu gembira, terkejut, malu, dan ketakutan. Bahkan, Kay bisa terjatuh saat mendengar pria menyatakan cinta.

"Pasien saya yang lain malah lumpuh ketika orgasme," kata Dr Andrew Hall, konsultan anestesi, perawatan intensif, dan gangguan tidur di Leicester General Hospital, rumah sakit tempat Kay menjalani sejumlah terapi medis.

Dr Andrew mengatakan, dunia medis belum berhasil mengungkap penyebab sakit ini. Sejumlah pakar medis menduga adanya faktor genetik. Namun, ada pula yang berpikir bahwa itu terjadi akibat gangguan autoimun atau kerusakan otak yang dipicu infeksi parah. Belum ada obat yang bisa menyembuhkannya.

Penyakit ini mungkin tidak mematikan, tapi cukup berbahaya ketika penderita terjatuh di lokasi yang tak aman. "Aku selalu berpikir, bahaya bisa menyerang kapan saja. Aku tak pernah tahu apa ada kaca di sekitarku," ujarnya yang sempat frustasi dengan kondisinya.

"Setiap sudut bisa mendatangkan bahaya untukku. Secangkir teh di tangan juga bisa berbahaya," Kay menambahkan. "Coba bayangkan ketika serangan itu muncul saat aku sedang bersepeda atau mengemudi."

marina

Jumlah posting : 224
Join date : 2010-03-31

Back to top Go down

View previous topic View next topic Back to top


 
Permissions in this forum:
You cannot reply to topics in this forum